Gita Wiryawan dalam satu podcastnya menyebut 3 pilar penting pendidikan. Kurikulum, guru dan teknologi.
Pandangan ini menarik. Sederhana tapi rasanya mengakar.
Agar pendidikan sukses. Laa budda. Ketiga pilar ini harus didesain, dicukupkan, dikembangkan, ditingkatkan performanya secara berkelanjutan.
Pertama, Kurikulum. laiknya ruh bagi tubuh. Kurikulum adalah nyawa sekolah. Ia menjadi peta jalan. Ia merangkum tujuan, visi, misi, metode, perangkat, strategi hingga langkah global, detail, lengkap menuju sukses hasil.
Kurikulum hendaknya didesain sedemikian rupa. Efektif, berpusat pada siswa, sistematis, dan mampu menjasi standar penjaminan kualitas lulusan.
Kedua, guru. Ada anekdot, kenapa guru di negara maju seperti Jepang, Australia, USA, Finlandia dan lainnya bisa sejahtera.
Jawabnya sederhana. Karena pemerintah disana tak pernah menjanjikan masuk surga bagi guru-gurunya. Disana, agaknya juga tak muncul slogan 'ikhlas beramal' untuk sekolah dengan latar belakang agama.
Tentu saja, dua hal menggelitik diatas hanya anekdot. Saya sendiri seorang guru wiyata di madrasah swasta di kota Wonosobo.
Semoga saja, kelak ada pemimpin negeri yang benar peduli. Yang tak sekedar berniat dalam hati dan berjanji dalam kata. Tapi mewujudkan aksi nyata.
Ia yang menjadikan menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama. Bukan sekadar prioritas pendamping.
Ketiga, teknologi. Asal digunakan dengan tepat. Teknologi bisa jadi faktor penting kemajuan pendidikan. Dengan teknologi, siswa bisa menjelajah ruang dan waktu.
Komentar
Posting Komentar